Short Trip ke Ternate

Short Trip ke Ternate

Apa yang akan anda lakukan jika punya waktu hanya 4 jam transit disebuah bandara ? kalau untuk kota yang belum pernah saya kunjungi, maka pilihan saya daripada bengong di bandara, maka lebih baik saya cari ojek atau angkutan untuk mengantarkan ke city tour atau melihat wisata terdekat dari bandara yang bisa dicapai dari dengan waktu yang terbatas itu.

Hal tersebut seperti yang saya lakukan ketika transit di Bandara Sultan Babullah bulan kemaren. Karena tergoda sehabis browsing wisata di kota ternate yang tidak terlalu jauh. Waktu tansit yang hanya 4 jam tidak disia siakan untuk mengunjungi Kota Ternate yang sangat indah itu.

Betul saja begitu turun dari pesawat, saya langsung keluar bandara jalan kaki sebentar kemudian mencari tukang ojek yang bisa mengantarkan keliling kota dengan mengunjungi beberapa titik wisata. Setelah bertemu dan tawar menawar, akhirnya kami sepakat untuk berangkat dan mengunjungi minimal 4 titik wisata.

Ternyata kota Ternate tidak terlalu besar, seperti perkiraan saya, mungkin luasnya seperti pulau Sabang di Aceh. Sehingga untuk mengunjungi tempat wisata tidak terlalu lama. Sekitar 10 menit perjalanan, saya sudah sampai ke Pantai Batu Angus lokasi pertama . Ya wisata ini menawarkan destinasi melihat bekas dari luapan lahar dingin letusan gunung Gamalama Ternate yang mengarah ke laut, sehingga lahan yang sudah dingin ini membentuk gugusan batu seperti batu karang.

Dilokasi ini saya bertemu dengan beberapa warga yang asyik bersepeda santai pagi pagi dan foto foto dengan lokasi bagraound batu angus.

Hanya sebentar kami mengunjungi dan foto foto, selanjutnya melanjutkan perjalanan ke danau Toliro yang tidak jauh dari lokasi yang pertama. Panorama danau ini sungguh sangat indah, dengan menaiki beberapa anak tangga, wisatawan disuguhi pemandangan yang saangat indah dengan danau dari tebing gunung gamalama yang cukup dalam. Danau ini mengingatkan saya pada danau weekuri di Sumba, danau atau lebih tepatnya laguna yang agak tersumbi ditengah hutan.

Ada banyak cerita mistis seputar danau Toliro ini, salah satunya adalah kita tidak bisa melihat cipratan air pada batu yang kita lembar di danau ini. Sayang ketika saya berkunjung, tidak sempat melakukan ini, karena memang baru mendengar cerita sepulang dari Ternate he..he..

Saya sempatkan memesan secangkir kopi di sebuah warkop di danau ini, sembari menyaksikan keindahan danau disebuah gardu pandang. Sayang kalau cuman sebentar dinikmati tanpa meneguk secangkir kopi. Alasan keduanya juga karena dari pagi belum sempat ngopi, dan nyaris semalaman saya tidak tidur karena tadi malam juga transit di bandara makassar, dan puku 4 dinihari waktu Indonesia timur sudah harus terbang dari Makassar ke Ternate.

Syukurlah, secangkir kopi membuat mata kembali melek dan melanjutkan perjalanan ke pantai Sulamadaha yang punya view menari gunung ditengah laut.

 

Bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *