Menghadapi Ketidakpastian

Menghadapi Ketidakpastian

Menghadapi Ketidakpastian

Pagi ini saya membaca salah satu surat editor Kompas yang dikirimkan ke email pribadi tentang  Studi yang  berjudul Indonesia Bingung: Perilaku Konsumen Indonesia di Tengah Wabah Covid-19.

Ada tiga temuan dari studi KG Media Research untuk brand di tengah ketidakpastian yang panjang: mengurangi kebingungan, melipur lara, dan penggerak sosial. Dari tiga temuan itu, ada peran-peran sentral ibu, “penguasa” rumah saat semua aktivitas dilakukan dari dan di rumah.

Dalam beberapa Pelatihan Online yang dilakukan oleh salah satu lembaga keuangan non perbankan kepada nasabahnya tentang  bagaimana Strategi di tengah Pandemi Covid-19 ini pun banyak pertanyaan dari peserta tentang bagaimana menghadapi situasi yang tidak pasti ini  sementara omset semakin drop bahkan usaha berhenti total.

Kebanyakan pelaku usaha dari bapak bapak cenderung bingung untuk melakukan langkah menghadapi krisis ini. Mereka yakin dengan produk atau jasa yang sudah dijalankan bertahun tahun dan enggan untuk melakukan perubahan bisnis untuk bertahan sementara menghadapi krisis ini. Menariknya justru  pelaku usaha dari ibu ibu yang lebih tenang menghadapinya dan mempunyai ide ide kreatif untuk menjual apa saja selama wabah covid-19 ini.

Entah ini kebetulan atau bukan, saya melihat banyak teman teman pengusaha dari kalangan perempuan yang lebih cepat untuk beradabtasi dan menemukan new normal dalam menghadapi krisis ini. Ada sabahat yang pengusaha rias wedding yang pivot menjual frozen food. Ada supliyer arang ke pabrik pabrik yang beralih sementara jualan durian beku. Ada pengusaha fashion yang banting stir jualan herbal.

Kita sudah melewati pandemi ini lebih dari sebulan lamannya. Tentu sudah bukan pada situasi kepanikan yang kita rasakan.

Bila di awal awal pandemic rasa ketakutan dan keselamatan diri menjadi yang utama. Semakin kesini situasi ketidakpastian ekonomi yang lebih mendominasi. Apalagi belum ada kepastian kapan wabah ini akan berakhir. Sementara pelaku usaha membutuhkan nafas yang panjang untuk bertahan dalam situasi yang tidak menentu ini.

Berselancar diatas ombak

Ada sebuah ilustrasi menarik menghadapi kondisi saat ini. Sepertihalnya seorang pelaut ulung yang mengarungi samudra yang sedang penuh dengan badai. maka pelaut tadi akan tahu kapan harus bermain dengan ombak dan tau saat dimana untuk berhenti sebentar menyimpan perahunya  menunggu badai reda.

Maka situasi hari ini adalah kondisi baru yang tercipta yang menurut banyak pengamat mengalami percepatan akibat dari covid-19 yang menyebabkan perubahan dari perilaku konsumen.

Maka daripada mengutuk badai yang sampai hari ini tidak tau kapan akan berakhir, lebih baik mengembangkan kembali layar dan mulai berlayar walau harus memutar haluan perahu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *