Mendiagnosa Gejala atau Akar Masalah UMKM

Mendiagnosa Gejala atau Akar Masalah UMKM

Hampir rata rata UMKM ketika ditanya masalah utamanya apa, dia menjawab pemasaran dan permodalan. Sehingga tidak sedikit intervensi dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut baik itu yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta.
Ya, tema yang dibahas kan pemberdayaan UMKM maupun dukungan terhadap dunia usaha kecil. Sehingga permodalan di kucurkan melalui program maupun skema lembaga keuangan.
Begitupula persoalan pemasaran sudah banyak dilakukan untuk membantu menfasilitasi akses pemasaran. Baik secara offline maupun online. Namun apa benar permasalahan persoalan yang dihadapi UMKM mayoritas dua hal tersebut ?

Kalau jawaban saya sebentar, mungkin permasalahan yang tampak soal permodalan dan pemasaran, sekali lagi itu yang tampak dipermukaan. Istilahnya itu hanyalah gejala.
Sama halnya ketika tiba tiba anak saya sakit demam, kemudian saya menjustifikasi bahwa penyakit anak saya demam. Yup, demam adalah gejala. Bisa jadi anak saya demam disebabkan karena virus influenza, bisa jadi karena types dan sebagainnya.
Sama halnya dengan persoalan UMKM diatas, yang tampak gejala mungkin soal pemasaran dan permodalan. Tapi apakah benar hal tersebut gejala atau akar masalah ?
Nah disini kita perlu untuk mendiagnosa lebih lanjut untuk menemukan akar dari masalah. Karena akan menjadi fatal, jika intervensi yang dilakukan salah dalam hal diagnosa tersebut.
Ibarat gunung es, masalah yang tampak di permukaan mungkin pemasaran dan permodalan. Namun dibawah permukaannya sangat kompleks. Bisa soal SDM, bisa soal kedisiplinan mencatat keuangan, soal produksi bahkan yang sering adalah soal mental dan mindset.
Yup, akar masalah tersebut seringkali kurang disentuh. Karena proses untuk merubah membutuhkan proses dan dikembalikan kepada diri masing-masing. Dalam hal ini fungsi pendamping, konsultan bahkan seorang coach pun tidak akan mampu merubah. Kalau dalam hal ini persoalan basic diri UMKM itu sendiri tidak mau berubah.
Sehingga jangan heran jika ada UMKM yang sudah didampingi bertahun tahun, namun usahannya tetap saja bahkan cenderung stagnan tidak berkembang.
Jika sudah terjadi seperti ini bukan hanya pendamping yang rugi, bahkan UMKM tadi pun akan terus disusui dan membunuh mental dia untuk berkembang.

Kembali soal apakah problem yang tampak itu gejala atau akar masalah, perlu ketrampilan diagnosa yang tepat. Nah disinilah diperlukan pendamping yang memahamii UMKM dan memilki ketrampilan pendampingan baik itu posisi dia sebagai seorang konsultan, trainer, fasilitator maupun coach.

One thought on “Mendiagnosa Gejala atau Akar Masalah UMKM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *