Memahami UMKM, Memahami Manusianya

Memahami UMKM, Memahami Manusianya

Memahami UMKM bukan sekadar kita membaca definsisi UMKM yang diatur undang undang berdasarkan kriteria omset dan aset semata.  Namun saya sering menyinggung memahami UMKM lebih tepatnya kita memahami manusianya, alias memahami setiap orang per orang.

Kriteria UMKM berdasarkan jumlah asset dan omset

Skala usaha Asset Omzet
Usaha mikro

Usaha kecil

Usaha menengah

Max 50jt

Besar dari 50jt-500jt

Besar dari 500jt-10M

Maks 300 juta

Besar dari 300juta-2.5M

Besar dari 2,5M-50M

    (Menurut UU No 20 tahun 2008 tentang UMKM)

Karena sering ketika kita tanya apakah usahanya mau berkembang, pasti semuanya jawab mau.  Namun ketika kita tanya kembali mau merubah ?  hampir sebagian besar sudah merasa cukup dengan keadaan seperti ini dan mengalirlah masalah masalah yang dihadapinya mulai dari terbatasnya permodalan, pasar yang sempit, hingga kesulitan mencari tenaga kerja.

Sehingga tidak ada obat yang generic yang menjadi formula baku dalam mengobati problem dari UMKM sehingga kemudian obat ini mampu untuk direplikasi kepada UMKM yang lebih luas. Namun yang ada sifatnya terkadang sangat personal, dan membutuhkan pendekatan yang intensif karena bagaimana merubah persoalan fundamental yakni karakter dari UMKM itu sendiri.

Ya seperti yang sering disinggung, untuk mendiagnosa apakah UMKM tadi mau berubah atau belum, kita bisa dengan secara cepat melihatnya dari mental dia, apakah bermental sekadar pedagang atau entrepreneur.

Jika mental pedagang yang dia lihat hanya keuntungan saja dan semua dikerjakan sendiri karena ia tidak ingin berbagi keuntungan dengan orang lain, dan merasa sudah cukup dengan hasil yang ia peroleh hari ini dan yang pang sering kelihatan adalah ia tidak mau repot sehingga tidak jarang, ketika dapat order lebih dia akan tolak karena merasa tidak mampu untuk melayaninnya.

Sementara itu ketika bertemu UMKM bermental entrepreneur, dia pasti punya mimpi besar untuk berkembang dan mau mengambil segala resiko. Kalaupun semua masih dikerjakan sendiri, dia akan mencoba untuk mendelegasikan dan membangun tim yang handal. Indicator yang terlihat adalah ketika dia mempunyai problem usaha, maka ketika disentuh sedikit dia akan mencari cara untuk menemukan solusi terhadap usahannya sendiri, tanpa menggantungkan kepada bantuan orng lain.

Tentu masih banyak ciri ciri lainnya yang tidak kami bahas dalam tulisan singkat ini. Tabel ini mungkin bisa membantu mendetailkannya

 

 

Variabel Usaha Kecil Entrepreneur Teknopreneur
Motivasi -Sumber hidup

-Tingkat keamanan

-Bekerja sendiri

-Ide khusus

-Personaliti pemilik

-Motivasi mendominasi

-Ide dan konsep

-Eksploitasi kesempatan

-Akumulasi kekayaan

-Pola pikir revolusioner

-Kompetisi dan resiko

-sukses dengan teknologi baru

-Finansial,

Kepemilikan -Pendiri/rekan bisnis -saham pengendali

-Maksimalisasi keuntungan

-Penguasaan pasar

-Saham kecil dari kue besar

-Nilai perusahaan terus bertambah

Gaya Manajerial -Trial dan error

-Lebih personal

-Orientasi local

-Menghindari resiko

-Arus kas stabil

-Mengikuti pengalaman

-Profesionalisme

-Resiko pada menejeman

-Pengalaman terbatas

-Fleksibel

-Target strategi global

-Inovasi produk berkelanjutan

Kepemimpinan -Jalan hidup

-Hubungan baik

-Dengan contoh

-Kolaborasi

-Kemenangan kecil

-Otoritas tinggi

-Kekuatan lobi

-Imbalan untuk kontribusi

-manajemen baru

–Perjuangan kolektif

-Sukses masa depan visioner

-Membagi kemajuan bisnis

-Menghargai kontribusi dan pencapaian

R&D dan Inovasi -Mempertahankan bisnis

-Pemilik bertanggung jawab

-Siklus waktu yang lama

-Akumulasi teknologi sangat kecil

-Bukan prioritas utama, kesulitas mendapatkan penelitian

-Mengandalkan franchise, lisensi

-Memimpin dalan riset dan inovasi, IT, biotek global

-Akses ke sumber teknologi

-Bakat sangat tinggi

-Kecepatan peluncuran produk ke pasar

Outsourcing dan Jaringan Kerja -Sederhana

-Lobi bisnis langsung

-Penting tapi sulit mendapatkan tenaga ahli

-Kemampuan umum

-Tidak selalu tersedia pada tingkat global

-Pengembangan bersama tim outsourcing

-Banyak penawaran

-Science and technology park

Potensial Pertumbuhan -Siklus ekonomi

-Stabil

-Penetrasi nasional cepat, global lambat

-Pemimpin pasar dalam waktu singkat dengan proteksi, monopoli, ologopoli

-Pasar berubah dengan teknologi baru

-Akuisi teknologi baru

-Aliansi global untuk mempertahankan pertumbuhan

Target Pasar -Lokal

–Kompetisi dengan produk di pasar

-Penekanan biaya

-Penguasaan pasar nasional

-Penetrasi pasar mamakan waktu lama

-Produk baru untuk pelanggan baru

-Pasar global sejak awal

-jaringan science and tech.park

-penekanan time to market presale dan postsale.

-Mendidik konsumen teknologi baru

Bagaimana Bekerja dengan UMKM

Ya bagi anda yang saat  ini sebagai pendamping, konsultan, trainer bahkan pengusaha sendiri yang ingin membantu atau memberdayakan UMKM, maka perlu untuk memahami hal tersebut. Bahwa kita tidak akan mungkin mampu untuk merubah UMKM, ataupun istilahnya Menaik Kelaskan UMKM, tanpa merubah terlebih dahulu mental dan karakter dari UMKM itu dulu.

Pengalaman saya sendiri, banyak intervensi ataupun dukungan dukungan kepada UMKM yang sebenarnya mereka tidak membutuhkan namun dipaksakan, biasanya ha seperti ini tidak membawa dampak yang signifikan, yang ada hanya terkesan menghambur hamburkan biaya.

Saya salut kepada sahabat saya seorang konsultan sekaligus praktisi UMKM, pakar bidang produksi dan efesiensi yang ketika mendampingi UMKM untuk melakukan perbaikan tempat produksi dia pasti kasih PR, ia kunjungi lokasi produksinya. bahkan kalau perlu disuruh untuk merenovasi dan merubah layout produksi. Nah ketika ia kembali berkunjung, namun UMKM tadi tetap tidak mau merubahnya dengan alasan macam macam, dia akan meninggalkan dan mencari UMKM yang lain yang lebih siap untuk didampingi.

Dan hampir rata problem yang dihadapi oleh UMKM adalah soal ini. Ia masih mensetup usahanya hanya cukup skala mikro dan kecil. Bagaimana akan berkembang misalnya, jika antara dapur rumah tangga dan usaha masih bercampur ? bagaimana dia bisa menghitung keuntungan, kalau menghitung harga pokok produksi saja masih bingung ? bagaimana dia akan efisien, jika produk reject dan stok tida dia control dengan baik. Dan masih seabrek problem lainnya yang perlu dibenahi, itu belum termasu problem problem eksternal seperti pemasaran.

Karena sering kali energy dan sumberdaya terkuras untuk mendampingi dan melakukan pelatihan kepada UMKM, namun nyatanya sebenarnya ia sendiri tidak mau untuk berubah. Trus bagaimana kita mau merubahnya ?

Silakan share bila manfaat

#bekerjadenganUMKM #UMKMNaikkelas #pendamping #pendampingumkm #bisnisnaikkelas #umkm #usahamikro #konsultanumkm #ngopipagi #konsultanbisnis #konsultan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *