JuwanaJuwono

JuwanaJuwono

JuwanaJuwono

Delapan bulan yang lalu, sekumpulan anak muda dan  ibu ibu disebuah dusun kecil di Mojokerto ini  hanya sebagian besar  ibu rumah tangga biasa. Mereka belum mempunyai usaha dan ketrampilan khusus di bidang industry kreatif kain dengan menggunakan warna alam.

Baca Juga https://cakfahmi.com/indigofera/

Namun hari ini berkat motivasi dan kesungguhan mereka dalam mengikuti program Rumah Muda Terampil, sebuah program mencetak wirausaha yang dilaksanakan oleh Indonesia Business Links dan didukung Accenture Indonesia, sebagian besar mereka sudah memulai usaha dan menjalankan Social Enterprise.

Ya, mereka membentuk social enterprise (bisnis social)  dengan merek JuwanaJuwono yang tidak lain adalah kepanjangan dari Jumputan Warna Alam Khas dari dusun Juwono.

Juwono adalah sebuah dusun kecil di Desa Ngembeh Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto.

Nyaris tidak banyak yang tahu dusun kecil ini. Karena memang letaknya tidak dekat dengan kota Mojokerto dan bukan sebagai destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh para wisatawan dari luar kota.

Namun lambat laut, nama Juwono mulai diketahui oleh masyarakat sekitar sebagai penghasil jumputan dengan menggunakan kain warna alam. Bahkan perangkat desa setempat mendukung penuh apa yang telah dirintis oleh ibu ibu disana. Begitupula Pemda setempat melalui dinas perdagangan dan perindustrian Kabupaten Mojokerto dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil juga telah mengakui dan mendukung usaha rintisan tersebut, dengan mendaftarkan merek JuwanaJuwono ke Depkumham.

Membantu Perekonomian Keluarga ditengah Pandemi

Keberadaan JuwanaJuwono meskipun bisa dikatakan masih berumur jagung, namun keberadaannya cukup dirasakan oleh para ibu ibu yang tergabung dalam social bisnis tersebut. Apalagi mayoritas suami dari anggota JuwanaJuwono adalah pekerja serabutan yang terdampak pandemic sehingga orderan sepi.

Sepertihalnya suami ibu Ninuk yang suami usaha bengkel las yang sudah berbulan bulan order jauh berkurang, maka meskipun masih kecil namun hasi dari usaha JuwanaJuwono turut membantu perekonomian keluarga.

Hal tersebut juga dirasakan oleh Erni Susanti, salah seorang pengrajin di JuwanaJuwono yang mengakui dirinya cukup terbantu dengan adanya Sosial Bisnis ini. Selain dapat mengasah ketrampilan dan kreatifitas dirinya dalam berkarya, juga bisa mendapatkan penghasilan dari kegiatan ini.

Begitula bagi sebagian ibu lainnya juga yang biasanya tidak ada aktivitas di rumah, dengan adanya JuwanaJuwono mereka ada aktifitas yang bisa memberikan penghasilan tambahan dengan membuat jumputan kain warna alam.

Lelang Virtual

Untuk usaha yang relative baru, Tidak mudah produknya bisa langsung diterima oleh pasar. Apalagi sebuah produk yangg dikerjakan oleh orang orang yang baru mendapatkan ketrampilan. Tentunya prosesnya masih cukup panjang dan membutuhkan kerja keras para pengrajinnya.

https://cakfahmi.com/category/catatan-ringan/

Beruntung, kreatifitas dan kerja keras para pengrajin mendapat dukungan dari banyak pihak. Terutama dari IBL maupun support kain dari Asia Pasifik Rayon. Sebuah perusahaan industry kain nasional yang mengembangkan kain viscose rayon dari serat kayu yang ramah lingkungan. Terselenggaralah lelang virtual ang sudah berjalan ketiga kalinnya.

Sebuah pendekatan baru ditengah pandemic, yakni lelang dengan cara online dengan mengundang peserta lelang secara publik. Selain mengenalkan JuwanaJuwono ke tingkat nasional juga membantu menjualkan produk produk mereka.

Sebagai ilustrasi, JuwanaJuwono adalah sebuah semut kecil yang berusaha untuk merangkak dan membentuk koloni yang kuat. Beruntung ada tangan tangan besar yang membantu semut kecil ini mencarikan jalannya. Sehingga ditengah pandemic, denggan situasi yang belum kondusif untuk merintis sebuah usaha, JuwanaJuwono sebagai sebuah usaha rintisan bisa tetap bertahan dan bertumbuh menjadi sebuah social bisnis yang berdampak bagi masyarakat sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *