Design Thinking, Penerapan Inovasi bagi UMKM  (Bagian Kedua)

Design Thinking, Penerapan Inovasi bagi UMKM (Bagian Kedua)

Bila tahap pertama dalam pendekatan design thinking adalah empaty. Maka tahap selanjutnya aplikasi design thinking bagi UMKM adalah define.

Dalam tahap empaty sedapat mungkin dikumpulkan sebanyak banyaknya informasi dan gagasan dari problematika UMKM. Selanjutnya ditahap ini design thinking bagi ukm dianalisis dan disintensis.

Salah satu tools yang cukup powerfull adalah dengan menggunakan papan synthesis yang menampung brainstorming ide dari masalah yang dihadapi oleh UMKM.

Define juga bermakna menetapkan problem utama atau Insight dari masalah yang dihadapi oleh UMKM.

Kesalahan dalam mendefinisikan kembali masalah utama bisa jadi disebabkan kesalahan dalam melakukan empaty. Untuk itulah proses empaty dalam tahap pertama melakukan design thinking sangat fundamental.

Dalam papan sintesis ini digali berbagai gagasan mengenai proble yang dhadapi untuk kemudian dicariproblem utama atau most problem yang kemudian menjadi sebuah Insight.

Sepertihalnya sebuah ilustrasi tentang cerita orang buta dalam mendefinisikan sosok Gajah karena memegang bagian dari gajah secara parsial. Maka kegagalan dalam proses define bisa disebabkan karena kurang komprehensifnya dalam memahami sebuah masalah yang ingin dipecahkan.

Sama halnya seperti sebagian besar UMKM ketika ditanya masalahnya apa, sebagian besar menjawab dua hal yakni permodalan dan pemasaran. Namun ketika kemudian kita gali lebih detail kenapa produknya susah dijual. Ternyata banyak aspek dibalik itu yang tidak cukup jika hanya digeneralisir kedalam dua hal masalah utama diatas.

Itulah kenapa sehingga seringkali berbagai dukungan kepada UMKM kurang tepat sasaran dan seringkali malah mubadzir karena kekeliruan dalam mendefinisikan masalah yang menjadi penyebab program yang kurang tepay sasaran.

Sebagai pendamping UMKM seringkali saya merasa sedih, bila misalkan untuk mengatasi problem UMKM dibidang pemasaran online  misalnya, maka kemudian cukup dibuatkan pelatihan online. Pesertanya pun dari UMKM yang bisa digatakan gaptek dan bukan lagi usia muda. Sehingga ketika proses pelatihan, sebagian besar masih sibuk berkutat soal lupa password atau menanyakan kembali cara membuat email ?

Solusinya bisa jadi benar. Namun belum tepat untuk memberikan solusi bagi problematika UMKM. Nah dalam proses define ini adalah menverifikasi kembali tentang definisi masalah utama sesuai dengan konteks dan kebutuhan UMKM. Bukan lagi berangkat dari asumsi.

Proses define ini berangkat dari Insight atau dengan Bahasa lain most  problematic yang ditemukan  dari proses empaty. Insight sendiri kalau kita dipetakan kedalam dua hal yakni

Mediocre Insight VS Good Insight

Mediocre Insight dala Bahasa sederhana adalah insight yang kurang tajam. Artinya hanya mampu memotret permukaan saja. Belum mampu melihat makna dibalik dari sebuah problem.

Sama seperti dalam studi kasus selama pandemic ini UKM diharapkan untuk jualan internet karena konsumen lebih banyak di rumah. Kalau sekadar insight ini mungkin masih sangat generalis  dan hanya sekadar mediocre Insight.

Namun bila kita bisa mendapatkan insight lebih detail tentang bagaimana katagori produk yang dibutuhkan kemudian kanal media social yang sesuai dengan target pasar, sampai ke jam jam primier time untuk melakukan pemasaran online, maka kita mendapatkan good insight yang bisa kemudian sebagai sebuah insight untuk melakukan tahapan selanjutnya dalam design thinking.

Itulah sebabnya untuk menggali good insight diperkukan ketrampilan bertanya sperti teknik Five Why ? untuk menemukan akar dari masalah yang ingin digali. Tidak cukup hanya sekali Why, namun ditanyakan kembali sampai lima kali, hingga tidak ada lagi alasan atau sudah ketemu akar masalahnya.

Ketajaman dalam menemukan Insight inilah diperlukan untuk mampu menjawab apa sebenarnya dibutuhkan untuk memberikan solusi inovasi bagi UMKM. Itulah kenapa sehingga ada istilah jika kita hanya punya waktu 20 menit untuk menyellesaikan masalah, maka 15 menit sendiri untuk bertanya dan menggali dari masalah tersebut.

Ideation

Ideation adalah tahapan selanjutnya dalam design thinking yang bermakna merancang solusi dari definisi problem yang digali. Dalam merancang solusi ini tidak hanya ditentukan solusi tunggal, namun juga dirancang beberapa alternative solusi dan tiap solusi yang diberikan sangat spesifik berdasarkan data data yang dipat dalam proses define.

Berbeda dengan business thinking, yang mana solusi sering kali generalis atau linear. Maka business thinking pendekatannya solusi itu tidak tunggal, namun banyak alternative berdasarkan dari proses empaty sebelumnya.

Karena bisa jadi masalah UMKM bisa jadi satu, namun pendekatan dan solusinya bermacam macam. Tidak ada obat ggeneric bagi UMKM.

Bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *