Bagaimana Mengeksekusi Ide Bisnis ?

Bagaimana Mengeksekusi Ide Bisnis ?

Saya akan menjelawab pertanyaan diatas dengan sebuah cerita. Ini cerita mengenai bagaimana munculnya ide bisnis. Yang katanya sering diseminarkan bahkan dibuat pelatihan yang berhari hari. Ups menyindir diri sendiri. Karena saya juga salah satu trainernya. Yang untuk mengambil sertifikasinya harus ikut TOT sepuluh hari lamanya.

Ya cerita kawan saya, juga mantan mahasiswa saya tahun 2010 yang lalu.

Cerita ini saya dapatkan waktu berkunjung ke warung kami zona Bakaran beberapa bulan yang lalu. Walaupun belum minta ijin yang bersangkutan. Tapi tidak apa apa untuk kebaikan dan insipirasi bersama.

Jadi begini ceritanya. Sebut saja Mail. Sehabis lulus kuliah dirinya galau. Bikin lamaran kerja kesana kemari namun tidak ada yang memanggil. Akhirnya malah menikahlah dia dengan harapan segera mendapatkan pekerjaan. Namun juga belum mendapatkan pekerjaan. Akhirnya putar otak lah dia. Di rumah ada kayu kayu yang tidak terpakai. Dengan keahlian pas Pasan tukang kayu, bikinlah dia gerobak. Rodanya pun beli bekas.

Ketika ditanya tetangganya, mau buka apa ? Dia jawab asal mau jual bubur kacang hijau. Hal tersebut didengar istrinya, akhirnya nyeletuk lah istrinya. Kenapa tidak jual nasi krawu khas Gresik ? Kebetulan istrinya bisa memasak masakan khas tersebut.

Menuruti nasihat istri Sholihahnya ia akhirnya buka nasi krawu pagi harinya. Toh sore juga bisa buka bubur kacang hijau.

Akhirnya memasak lah keesokan harinya bikin 2 kg nasi krawu. Prinsip ia harga pertemanan dulu untuk perkenalan. Kalau ditempat lain nasi krawu rata rata dijual 12 ribu, ia jual harga promo hanya 6000.

Didorong lah gerobak ke jalan dekat pasar. Tidak diduga jualannya laku keras. Kayak sistem Drive thru buat orang’ orang yang mau ke pabrik. Hari itu jualannya ludes.

Keesokan harinya istrinya bikin lebih banyak, bikin 4 kg beras. Ia dorong lagi ke jalan, kali ini harganya ia naikkan 7000 dan tetap laku keras, dagangannya ludes juga.Begitu seterusnya hingga rata rata 6 kg beras ia bikin.

Supaya konsumen tidak bosan, akhirnya ia juga jual menu lainnya.pun akhirnya dia tidak jadi jual bubur kacang hijau.

Ide bisnis kedua juga berangkat dari hal sederhana. Suatu ketika langganan nasi dia cerita kalau di bekerja di catering yang melayani pabrik.

Akhirnya keesokan harinya didatangi pada yang punya usaha. Padahal tidak kenal sama sekali. Usaha catering pabrik pun tidak mengerti sama sekali.

Alasan berkunjung sederhana, mau menengok langganan dia kerja disana. Ketemulah dia sama majikannya, dan digunakan untuk cari info dan ilmu soal catering pabrik. Yang katanya harus punya SIUP dan NPWP.

Keesokan datanglah dia ke kantor pemerintah untuk mengurus SIUP juga tidak mengerti persyaratan nya kembali lagi karena harus punya surat keterangan domisili desa dulu.

Akhirnya ia mendapatkan SiUP dan NPWP. Dengan modal itu dibuatlah proposal penawaran ke pabrik pabrik. Ilmu kuliah ia pakai untuk buat proposal, dan dikirimkan ke 10 pabrik.

Setelah lama menunggu akhirnya ia dipanggil sama pihak pabrik. Disuruh melayani kebutuhan catering dan diminta minggu depan sudah bisa. Orang pabrik mau mensurvey dapurnya.

Bingungung lah ia, dapur masih campur di rumah kontrakan tipe 36. Belum ada karyawan. Modal juga masih terbatas. Dikontaklah kakaknya yang di Madura. Kakaknya menjawab, ada uang tapi buat bangun musholla keluarga, terpaksa lah ia pinjam dulu.

Dibangunlah dapur sederhana di depan rumah. Ia cari juga karyawan untuk membantu.

Singkat cerita dari sinilah kemudian bisnis catering untuk pabrik dia bisa berjalan. yang melayani hingga ratusan orang setiap harinya. Yang berawal dari kenekatan dan ikhtiar yang total.

Kira kira begitulah munculnya ide bisnis. Ide bisnis bisa berasal dari masalah atau kebutuhan dari pasar. Ide seperti ini biasanya kalau dieksekusi akan langgeng. Maka sering sering lah jalan jalan, membaca bertemu orang untuk menemukan ide bisnis.

Sebagus bagusnya ide bisnis, kalau tidak bisa dieksekusi juga akan basi. Menemukan Aha momen ketika ide bisnis terlintas, kemudian mati matian mengeksekusi. Insya Allah akan menjadi bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *