3 Prinsip Dasar dalam Menyusun Rencana Bisnis

3 Prinsip Dasar dalam Menyusun Rencana Bisnis

Banyak orang yang menyusun rencana bisnis namun setelah rencana bisnis dibuat, bisnisnya tidak dikerjakan. Apakah salah ? Dalam hal ini saya tidak menyalahkan atau membenarkan.

Namun banyak juga para pebisnis yang menjalankan bisnis tidak pakai rencana bisnis. istilahnya action langsung, ada yang berhasil, namun juga banyak yang gagal. Sebenarnya bagaimana prinsip dasar dalam menyusun rencana bisnis. agar rencana bisnis yang dibuat aplikatif,bisa diterapkan dan sesuai dengan tujuan yang dibuat.

Tulisan ini mencoba untuk merangkum, berdasarkan pengalaman penulis sebagai konsultan penyusunan rencana bisnis dalam menyusun rencana bisnis. baik untuk bisnis sendiri, maupun menyusun rencana bisnis ketika menjadi konsultan bagi beberapa perusahaan maupun lembaga yang pernah dibuat.

Pertama. Bisnis Plan Sebagai Alat Belajar Diri

Ibarat anda mempunyai ide membuat usaha penggemukan sapi. Maka anda harus tahu ilmu pengetahuan sapi dan bisnis penggemukan sapi itu sendiri. Maka dengan anda membuat bisnis plan, otak dan pengetahuan anda akan diperas untuk mempelajari dari A-Z bisnis penggemukan sapi. Anda akan dipacu untuk belajar tentang bisnis penggemukan sapi dari sumber apapun.

Sumber utama melalui para pelaku bisnis penggemukan sapi, maupun buku-buku penunjang. Anda juga akan dipaksa untuk datang ke pasar sapi untuk mengetahui seluk beluk bisnis persapian.

Bahkan kalau perlu anda terjun langsung ke kandang, untuk mengetahui proses penggemukan sapi, mulai dari pemilihan bakalan, pembuatan pakan, manajemen kandang, hingga pasca panen atau penjualan sapi. Pengalaman lapangan maupun bacaan akan anda tuangkan kedalam bisnis plan sebagai intisari dari belajar diri.

Dengan bisnis plan akan memaksa anda untuk belajar tidak hanya seputar teknis bisnis namun ruh dari bisnis itu sendiri.

tulisan terkait https://cakfahmi.com/menemukan-dna-bisnis-bagian-2/

Banyak orang yang sudah menguasai bisnis, sehingga tidak perlu membuat bisnis plan.

Pendapat ini sah-saja, namun sebagai pemula kuasailah alur bisnisnya tersebut. Kalau perlu dari hulu sampai hilir sehingga anda benar-benar mengerti sampai pada hal yang detail.

Sebagai konsultan penyusunan rencana bisnis, saya pun dituntut belajar tentang aspek teknis dari sektor maupun katagori bisnis yang kami buat.

Kedua Bisnis Plan sebagai Peta Jalan

Bisnis plan dalam hal ini bukan sekedar tumpukan kertas, yang anda sendiri tidak dapat memahami alur bisnisnya. Bisnis plan pun bukan karya ilmiah, yang didalamnya terdapat kata-kata bombastis dan akademis yang memuat teori njelimet tentang bisnis.

Kegagalan dalam mengimplementasikan bisnis plan kebanyakan terletak pada memaknai bisnis plan tidak lebih dari lembaran kertas yang berisi tulisan dan angka-angka yang dapat dimanipulasi untuk menyenangkan pihak  pihak tertentu.

Bisnis plan adalah guidance atau peta jalan, petunjuk untuk menjalankan bisnis itu sendiri. Karena dari sana anda akan tahu arah yang anda tuju pada akhirnya.

Sebagai sebuah panduan, bisnis plan akan menuntut setahap demi setahap bisnis yang anda jalankan hingga mencapai titik tertentu dimana bisnis ini akan berjalan dengan grafik yang memuaskan.

Sering saya ibaratkan kegagalan pada fase awal pengusaha karena tidak membuat bisnis plan yang menuntun dengan analisa resiko yang sudah diantisipasi. Sehingga posisi usaha tidak terpantau secara tepat.

bisnis plan sebagai guidance juga akan membuat anda menentukan tujuan dan tetap pada jalurnya, sehingga anda tetap focus menjalankan usaha meskipun resiko dan tantangan pasti ada.

Seperti yang saya ibaratkan bahwa berbisnis laksana sebuah perjalanan yang sudah kita tentukan tujuannya.

Maka bisnis plan adalah alat navigasi anda yang akan menuntut jalan apa yang harus kita lewati baik itu jalan utama maupun jalan alternative, bahkan jalan tikus pun hingga pada akhirnya dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

artikel terkait https://cakfahmi.com/membangun-kecerdasan-finansial/

Ketiga, Bisnis Plan berfungsi untuk mencari investor

Bisnis Plan membantu Anda menghitung berapa banyak dana/modal usaha yang Anda butuhkan, yang ujung-ujungnya digunakan untuk mendapatkan investor. Investor pasti perlu diyakinkan. Ketika anda meyakinkan kepada investor, tidak cukup hanya manis dibibir, diucapkan dengan kata-kata tanpa ada dokumen yang menjelaskan bahwa usaha tersebut ciamik.

Membuat Bisnis Plan mau tidak mau mengharuskan Anda untuk melihat keuangan Anda. Darimana sumber dana Anda, ke mana dana itu akan digunakan. Serta apakah jumlah tersebut akan cukup, tidak hanya pada saat membangun bisnis, tapi juga saat bisnis tersebut berjalan.

Karena kegagalan pada saat usaha berjalan dapat di antisipasi manakala analisa keuangan yang tertera dalam bisnis plan ditulis secara cermat.

sebagai konsutan penyusunan rencana bisnis pun pernah kita membuat rencana bisnis untuk mendatangkan investor. dan bersyukur dengan modal rencana bisnis ini ada beberapa bisnis yang berhasil kita eksekusi dan mendatangkan investor dalam pelaksanaanya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *